Distorsi menggambarkan musik keras menurut awam. Apalagi jika menilik Distorsi Pesisir yang digarap teman-teman Wonomulyo Metal Sindicate. Chaos, sudah pasti chaos, anggapannya. Keras, sudah pasti band keras yang main. Tapi, jika anda salah satu dari sekian banyak orang yang datang pada pagelaran musik tersebut, anda pasti punya pandangan lain. Mereka keras tapi punya sentuhan lembut. Sisi lembut yang bisa di rasakan dari belaian sepoi angin yang ada disekitar lokasi. Belum lagi, suguhan yang ditawarkan para pemusik malam hari dari teman-teman yang bergenre Folk seperti Dika Putri dan Cerita Senja.
Kali ini, teman-teman Wonomulyo Metal Sindicate atau lebih dikenal dengan WMS membuka diri dengan mengundang beberapa band yang memang bermain diluar Underground seperti Eroepsi, Final Expectation, Insentik dan beberapa band lainnya. Distorsi Pesisir ini menawarkan kehangatan dan waktu luang bagi semua elemen untuk saling mengenal lebih jauh dengan adanya camp-camp yang disediakan panitia bagi siapapun yang bersedia menginap, registrasi tentunya demi keselamatan ekonomi semua umat. Selain itu, tenant-tenant makanan siap memuaskan lapar serta dahaga anda dengan pelayanan yang ramah seramah warga sekitar yang mendukung penuh acara tersebut.
Jauh-jauh hari, sudah diinfokan bahwa WMS akan membuat sebuah suguhan musik degan konsep baru di Sulawesi Barat. Mereka mengusung Distorsi Pesisir dan Music camp, sehabis menikmati musik ada sesi senda gurau yang panjang dari opsi ngecamp, saling kenal karena cerita semalam suntuk bahkan jadianpun tak masalah. Tentunya jangan lupa ngopi sambil sebat-dubat asap menyenangkan.
Namun, pepatah bahwa kita yang merencanakan Tuhan yang memutuskan benar adanya. Rundown acara yang mengatakan seharusnya semua sudah dimulai sejak pukul 13.00 Wita diundur hingga 21.40 Wita akibat hujan yang tak kunjung reda. Beberapa band mengkonfirmasi batal tampil karena alasan tertentu. Panitia pelaksana pun sempat down sebelum kerasukan ide," Semua sudah kepalang tanggung". Acara tetap berlanjut bahkan panas dari awal setelah duo MC kocak Khaidir dan Dhian Pelangi memanggil Badut Punk dan Comme Punk, seketika itu juga Badut Punk dan Comme Punk mampu memeras keringat gerombolan punk-ers yang senang adu jotos tapi tetap tertawa. Semua sudah jadi rutinitas tentunya bagi mereka. Setelah itu, Serotonin sedikit menurunkan tensi dilanjutkan oleh Varial Flip sebelum ditutup beringas oleh Tendangan Bebas. Dari mata penonton mereka terlihat terhibur, sebuah pergantian hiburan tentunya setelah mereka terlalu sering dangdutan.
Setelah semalam suntuk dengan urusan kemanusiaan, Distorsi Pesisir ditutup dengan urusan menjaga lingkungan. Panitia serta beberapa band yang memilih menginap melakukan bakti sosial agar datang lokasi bersih, pulang tak boleh tak bersih. Belum terlihat kelelahan di mata panitia, belum sampai mereka sampai di kasur pembaringan masing-masing, lur.
Sebagai penutup, mari kita berharap ada semangat yang tak kunjung padam dari para panitia agar kita disuguhkan kembali Distorsi Pesisir Tahun depan. Tentunya dengan beragam evaluasi agar acara yang terhitung sukses ini bisa lebih sukses lagi kedepannya. Dan, titip salam pada hujan, jangan senang berlama-lama ketika acara tiba ~


0 comments:
Post a Comment