Thursday, 28 June 2018

KAZE

Kami selalu siap menabrak tembok pembatas. Kami tak pernah masalah jika harus jadi yang pertama. 



(Kaze di Soundsations 100 Kota 1 Bahasa) 


Tahun 2014 jadi awal langkah band asal Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar bernama Kaze. Band Alternatif Rock yang dibentuk Ayyub memulai mimpi dengan jalur indiependentnya. Sedikit demi sedikit mereka melalui proses pencarian materi hingga penulisan lagu demi membentuk identitas Kaze. Hingga akhirnya, pada akhir 2016 kemarin mereka berhasil menuangkan segala proses yang mereka lakukan dalam bentuk launching mini album berjudul Perjalan Masih Panjang sekaligus menjadikan mereka band pertama asal Sulawesi Barat yang melakukan rilisan fisik. Mini album ini sendiri terdiri dari beberapa lagu yaitu :

1.Biarkan Semua Berlalu
2.Pergilah
3.Perjalanan Masih Panjang
4.Cahaya
5.Andai Saja
6.White Knight
7.Cahaya (ost.Ultimate Glad)

Awal 2017 Kaze juga melakukan tour untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka pada 5 titik di 3 kabupaten se-sulawesi Barat. Hingga saat ini,  mini album (EP) mereka sudah disebar di Sulawesi, Kalimantan hingga Jawa. Mini album mereka juga bisa di dengar pada platform musik digital reverbnation. 

Band yang saat ini terdiri dari Ayyub pada bass dan Rezki Jisefh di vokal baru saja melakukan perjalanan ke Makassar untuk merekam (kembali)  lagu Perjalanan Masih Panjang di Laboratorium Audio yang berhasil masuk dalam 5 besar album kompilasi Bersama Berkarya Bebas yang juga rangkaian Soundsations 100 Kota 1 Bahasa. Berkat lagu ini pula mereka mendapatkan kesempatan sebagai salah satu dari 10 band lokal SulselBar yang menjadi band pembuka untuk Kotak.

Dengan keproduktifan dan totalitas mereka dalam berindie-ria, membuat Kaze perlahan tapi pasti mematok nama mereka dalam garda terdepan band-band indie asal Sulawesi Barat yang patut dibanggakan.

Share:

Thursday, 14 June 2018

IAN MS

Keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak berkarya



(IAN MS di Konser Gemakan Karya Zona Bunyi)

Mari berkenalan dengan solois introvert asal Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, bernama Ian MS. Solois yang merupakan gitaris dari Alien Lokal serta dalam beberapa kesempatan menjadi additional player gitar untuk Kaze ini mengusung genre Pop dengan sentuhan elektronik. Lelah, Hari Itu dan Detektif adalah beberapa lagu yang sudah bisa kita dengar gratis di akun reverbnationnya. 


Dengan pergerakan indie di Sulawesi Barat yang masih pada tahap berkembang, Ian MS sama halnya dengan solois-solois lain, jarang mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan karyanya di khalayak banyak. Padahal, dalam pandangan saya, Ian MS merupakan musisi potensial yang detail dalam pengerjaan lagu-lagunya. 

Saat ditanya persoalan mengapa memilih jalur solo ketimbang membentuk grup band, pria yang sedikit banyak dipengaruhi L'Arc~en~ciel ini berujar "Mencari personil yang sevisi misi dan mau berjuang itu susah. Daripada nanti ujung-ujungnya gonta-ganti personil mending jalan sendiri saja." Yeaah, sama saja dengan pendapat orang lain  yang dengan setengah bergurau berkata mencari personil itu lebih susah ketimbang mencari pacar.

Sebagai penutup, kalimat yang cocok dengan Ian MS adalah Keterbatasan bukanlah alasan untuk tidak berkarya. Jika tak punya teman, lakukan sendiri. 

Tetap produktif!
Share:

Monday, 11 June 2018

VARIAL FLIP

"...Kejarlah mimpimu walau setinggi langit."

Varial Flip. Band indie asal  Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat  yang terbentuk awal tahun 2017 menggertak! Dengan usia yang masih seumur jagung, mereka membuktikan satu langkah lebih maju dengan keberhasilan mereka menjadi 1 dari 10 band lokal asal Sulsel-Bar di Soundsation 100 Kota 1 Bahasa Pare-Pare dengan band utama KOTAK pada akhir April kemarin. 



 (Potret mereka di Soundsations 100 Kota 1 Bahasa)

Band yang digawangi Bakri pada Vokal/ Rhythm, Ias pada gitar, Ayi di bass dan Dani di drum saat ini sudah mempunyai beberapa lagu dalam format mp3 yang dilepas gratis pada platform musik reverbnation dan soundcloud berjudul Kawan, Berjalan di atas cobaan hingga yang terbaru dengan judul Mama. Berbekal semangat muda dan pantang menyerah, mereka berani kesana-kemari untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka. Radio Venus dari Makassar bisa jadi bukti betapa giat mereka dalam hal promosi. Satu hal yang menjadi ciri khas band pop punk muda ini adalah persoalan broken home yang sering jadi bahan dalam penulisan lirik lagu mereka. 

Kejarlah mimpimu walau setinggi langit. Mereka seakan terikat pada semboyan tersebut dan tak berkecil hati dengan masih minimnya perhatian pada band indie apalagi dengan lokasi mereka yang jauh dari pusat kota. "Jalan saja dulu, kami patok 10 tahun lalu melihat seperti apa kami selanjutnya." Begitu kata Bakri ketika kami berdiskui santai persoalan target dan seberapa awet band mereka berada di jalur Indie. 

Mari berdo'a, mereka selalu produktif dan bisa berprestasi lebih banyak lagi.
Share: