Kami selalu siap menabrak tembok pembatas. Kami tak pernah masalah jika harus jadi yang pertama.
(Kaze di Soundsations 100 Kota 1 Bahasa)
Tahun 2014 jadi awal langkah band asal Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar bernama Kaze. Band Alternatif Rock yang dibentuk Ayyub memulai mimpi dengan jalur indiependentnya. Sedikit demi sedikit mereka melalui proses pencarian materi hingga penulisan lagu demi membentuk identitas Kaze. Hingga akhirnya, pada akhir 2016 kemarin mereka berhasil menuangkan segala proses yang mereka lakukan dalam bentuk launching mini album berjudul Perjalan Masih Panjang sekaligus menjadikan mereka band pertama asal Sulawesi Barat yang melakukan rilisan fisik. Mini album ini sendiri terdiri dari beberapa lagu yaitu :
1.Biarkan Semua Berlalu
2.Pergilah
3.Perjalanan Masih Panjang
4.Cahaya
5.Andai Saja
6.White Knight
7.Cahaya (ost.Ultimate Glad)
Awal 2017 Kaze juga melakukan tour untuk memperkenalkan lagu-lagu mereka pada 5 titik di 3 kabupaten se-sulawesi Barat. Hingga saat ini, mini album (EP) mereka sudah disebar di Sulawesi, Kalimantan hingga Jawa. Mini album mereka juga bisa di dengar pada platform musik digital reverbnation.
Band yang saat ini terdiri dari Ayyub pada bass dan Rezki Jisefh di vokal baru saja melakukan perjalanan ke Makassar untuk merekam (kembali) lagu Perjalanan Masih Panjang di Laboratorium Audio yang berhasil masuk dalam 5 besar album kompilasi Bersama Berkarya Bebas yang juga rangkaian Soundsations 100 Kota 1 Bahasa. Berkat lagu ini pula mereka mendapatkan kesempatan sebagai salah satu dari 10 band lokal SulselBar yang menjadi band pembuka untuk Kotak.
Dengan keproduktifan dan totalitas mereka dalam berindie-ria, membuat Kaze perlahan tapi pasti mematok nama mereka dalam garda terdepan band-band indie asal Sulawesi Barat yang patut dibanggakan.

0 comments:
Post a Comment