HARDCORE BUKANLAH GENRE MUSIK MELAINKAN GAYA HIDUP.
Bicara hardcore adalah bicara tentang persahabatan, solidaritas, dan prinsip perlawanan kepada segala sesuatu yang dinilai mapan. Penikmat dan pelaku hardcore generasi lama tentu paham betul mengenai hal ini, karena pada era musik apapun sebuah generasi tumbuh dan kembang, akan selalu ada alasan kenapa seseorang memilih untuk berada pada jalur musik tertentu. Alasan-alasan yang ada di atas, menempati posisi paling puncak ketika HC-Kids — salah satu sebutan untuk penggemar musik hardcore — ditanya "kenapa memilih untuk suka musik hardcore". Dan ketika generasi lama ditanya perihal “seberapa bermakna hardcore dalam kehidupan kalian” tentu jawaban mereka adalah “Entah, apakah hardcore berarti hidup untuk saya; atau gaya hidup saya, hidup yang memang harus didedikasikan untuk hardcore".
Sebelum lebih jauh, mari kita ulas sedikit tentang Tendangan Bebas. Tendangan Bebas adalah band Hardcore asal Wonomulyo, Polewali Mandar yang berdiri awal 2015 yang diprakarsai oleh Iwan, Arwan dan Ahmad. Tendangan bebas ini adalah salah satu band yang berada di bawah naungan WMS (Wonomulyo Metal Syndicate), sebuah komunitas yang berisi pemuda-pemudi Wonomulyo yang memang senang mendengarkan lagu dari band- band yang beraliran keras. Band yang saat ini sudah beranggotakan 5 orang dengan masuknya Rahmat Riadi dan Ayub kini telah memiliki single berjudul Free Kick yang bisa di dengarkan via CD karena lagu tersebut berhasil masuk dalam album kompilasi Celebes Extreme Compilation yang CD-nya sudah di edar sampai luar pulau Sulawesi. Selain itu, lagu baru juga sedang mereka siapkan sebagai amunisi untuk ber-hardcore-ria.
Budaya adalah siklus berulang. Apa yang kini kita lihat dan maknai sebagai budaya, bukan tidak mungkin adalah kemasan daur ulang dari hasil pemikiran generasi sebelumnya. Pun dengan budaya Hardcore yang kini sedang (kembali) merebak di kalangan generasi muda. Di tengah ‘badai invasi’ budaya kekinian (K-Pop, J-Pop, Brit-Pop, American Style, dsb), ada sebagian kecil golongan yang menciptakan budaya tandingan alih-alih mengikuti budaya yang sudah ada. Semangat inilah yang mendasari sebagian generasi muda yang kini self-proclaimed sebagai “anak-Hardcore”; semangat pembangkangan atau bentuk perlawanan atas segala sesuatu yang dinilai mapan/umum. Setidaknya, seperti itu penjelasan ketika kami dari pihak penulis bertanya soal apa itu Hardcore di mata sang vokalis Tendangan Bebas, Arwan.
Budaya adalah siklus berulang. Apa yang kini kita lihat dan maknai sebagai budaya, bukan tidak mungkin adalah kemasan daur ulang dari hasil pemikiran generasi sebelumnya. Pun dengan budaya Hardcore yang kini sedang (kembali) merebak di kalangan generasi muda. Di tengah ‘badai invasi’ budaya kekinian (K-Pop, J-Pop, Brit-Pop, American Style, dsb), ada sebagian kecil golongan yang menciptakan budaya tandingan alih-alih mengikuti budaya yang sudah ada. Semangat inilah yang mendasari sebagian generasi muda yang kini self-proclaimed sebagai “anak-Hardcore”; semangat pembangkangan atau bentuk perlawanan atas segala sesuatu yang dinilai mapan/umum. Setidaknya, seperti itu penjelasan ketika kami dari pihak penulis bertanya soal apa itu Hardcore di mata sang vokalis Tendangan Bebas, Arwan.
Saat ini band-band baru bergenre Hardcore mungkin tidak sebanyak band bergenre lain yang terbentuk jika berbicara skala Sulawesi Barat, tetapi itu bukan masalah buat kami. Adapun ketika ditanya mengenai target ke depannya, Arwan menjawab bahwa mereka tidak memiliki target sama sekali. Hardcore adalah jiwa kami. Jadi, kami akan tetap ber-Hardcore-ria apapun yang terjadi. Persetan dengan jarangnya band-band baru beraliran Hardcore karena terbawa arus musik kekinian yang mendayu-dayu. Selama festival musik seperti Metalilingan (Toraja), Brother for Brother (Makassar), dan banyak lagi tetap ada, maka kami akan tetap berpesta di jalan kami sendiri.
Note : Penulisan "bukanlah" dalam judul adalah penegasan betapa hardcore bagi para pecinta dan pelakunya tidak hanya sekedar pada genre musiknya tapi merasuk sampai ke gaya hidup.
Note : Penulisan "bukanlah" dalam judul adalah penegasan betapa hardcore bagi para pecinta dan pelakunya tidak hanya sekedar pada genre musiknya tapi merasuk sampai ke gaya hidup.

0 comments:
Post a Comment